Cara memperbanyak asi alodokter mungkin harus anda terapkan agar asi anda melimpah. Air Susu Ibu atau yang dikenal dengan ASI merupakan makanan utama khusunya bagi bayi baru lahir hingga berumur 2 tahun. Pemberian ASI dinilai sangat penting karena dalam beberapa penelitian terbukti bahwa bayi yang mengkonsumsi ASI cenderung memiliki performa akademis yang lebih baik daripada mereka yang tidak mengkonsumsinya. Karena pentingnya konsumsi ASI, maka seorang ibu yang baru melahirkan harus selalu didukung untuk memproduksi ASI mencukupi untuk kebutuhan si kecil. Pada beberapa kasus, banyak ibu yang tidak dapat memberikan ASI secara normal dan berkelanjutan karena faktor stress, penyakit, atau bahkan genetik. Merujuk pada cara memperbanyak asi alodokter, ada beberapa kebiasaan yang harus dilakukan oleh ibu untuk dapat memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Pertama adalah dengan memberikan ASI secara terus menerus dimulai dari saat bayi lahir. Dalam hitungannya, bayi sebaiknya minum minimal 12 kali ASI dalam sehari. Dengan frekuensi yang teratur, maka produksi ASI dalam tubuh ibu akan secara otomatis terangsang untuk berproduksi terus menerus.

Cara memperbanyak asi alodokter selanjutnya adalah dengan istirahat yang cukup. Pada kasusnya, banyak para ibu yang tidak dapat memproduksi ASI secara melimpah karena kelelahan dan stress, terutama bila baru melahirkan anak pertama. Oleh karena itu istirahat cukup merupakan cara memperbanyak asi paling alami. Tidurlah bersama bayi saat bayi sedang tidur, dan jangan terlalu banyak melakukan aktivitas rumah. Mintalah bantuan pada asisten rumah tangga atau suami, dan jelaskan bahwa sebagai ibu anda harus mendapatkan istirahat yang cukup dan tidak boleh kelelahan untuk dapat memproduksi ASI secara melimpah. Dalam hal ini dukungan suami dan keluarga sangat diperlukan secara mental dan psikologis oleh ibu.

Mengkonsumsi makanan sehat merupakan hal yang disarankan dalam Cara memperbanyak asi alodokter. Makanan tersebut antara lain makanan mengandung serta, protein, makanan bertepung, susu, dan olahan susu. Untuk makanan berserat dan berprotein dapat didapatkan pada sayuran hijau dan buah buahan, serta sereal gandung. Sedangkan protein bisa didapatkan dari ikan, daging, telur, dan juga kacang-kacangan. Makanan tepung sendiri seperti nasi, pasta, dan roti gandum. Anda juga dapat mengkonsumsi mie, namun pilihlah mie buatan sendiri dan hindari konsumsi mie instan serta makanan berpengawet lainnya.